Melawan Tren Fast Fashion, Etty Kenalkan Teknik ZeroWaste Lewat Tenun Jepara
Desainer asal Malang, Etty , mendobrak panggung runway lewat setelan activewear berbahan tenun Jepara dengan teknik ekstrem zero-waste. (Foto: Zisti Shinta/TIMES Indonesia)

Melawan Tren Fast Fashion, Etty Kenalkan Teknik ZeroWaste Lewat Tenun Jepara

Desainer Malang Bopha Noor Akbar (Ku-semai) terapkan zero-waste fashion di SSFF 2026, minimalkan limbah kain, selamatkan tenun cacat, dan tawarkan sportwear ramah lingkungan.

TIMES Surabaya,Sabtu 16 Mei 2026, 19:48 WIB
616
Z
Zisti Shinta Maharani

SURABAYAIndustri mode global hari ini menghadapi rapor merah terkait isu lingkungan. Berdasarkan data dari Global Fashion Agenda, industri ini menghasilkan sekitar 92 juta ton limbah tekstil setiap tahunnya.

​Mirisnya, tumpukan sampah terbesar justru tidak hanya berasal dari baju bekas konsumen, melainkan dari sisa potongan kain pra-produksi di meja jahit yang rata-rata membuang 15% hingga 20% bahan baku secara sia-sia ke tempat pembuangan akhir.  ​

Menyikapi krisis tersebut, Bopha Noor Akbar desainer asal Malang dari kolektif Ku-semai, menerapkan metode ekstrem bernama zero-waste fashion design. Strategi ini bertujuan memangkas angka buangan kain di hulu produksi hingga mendekati angka nol persen.

"Satu baju konvensional berukuran 2,5 meter itu sisa percanya banyak sekali. Kain tenun itu mahal, kalau dipotong-potong konvensional lalu dibuang, itu mubazir. Makanya saya pakai pola zero-waste, jadi yang tidak ada sisa atau minim sisa. Celananya dibuat dengan pola spiral, jadi memotongnya memutar dan sisa kainnya hampir tidak ada," ujar dengan sapaan akrab Etty. 

​Melalui teknik matematika potong tersebut, sisa perca mikro yang biasanya langsung dibuang, dialihkan oleh Etty untuk menjadi aksen pemanis pakaian denim atau diolah kembali menjadi aksesori fungsional seperti ikat kepala. Langkah ini sekaligus menantang pasar pakaian olahraga harian (activewear) yang selama ini didominasi oleh serat sintetis poliester berbasis plastik yang membutuhkan waktu hingga 200 tahun untuk terurai.

​Selain memangkas limbah di meja potong, gerakan slow fashion ini juga bergerak di sektor hulu dengan menyelamatkan kain-kain tenun pengrajin lokal yang mengalami cacat produksi ringan. Kain yang biasanya ditolak pasar reguler dan menumpuk jadi sampah gudang tersebut dibeli untuk disulap menjadi pakaian siap pakai dengan harga rasional di kisaran Rp400.000 hingga Rp500.000.

"Sampah fashion itu kalau tidak dimanfaatkan dengan baik hancurnya cukup lama. Saya berusaha memberikan edukasi, termasuk sempat berkolaborasi dengan mahasiswa Universitas Brawijaya untuk recycle baju. Tujuannya agar masyarakat pelan-pelan paham soal pola zero-waste ini." ujarnya. 

​Eksperimen mengelempar kain tenun kaku menjadi baju olahraga ini sengaja dirancang Etty untuk menjawab tantangan utama di panggung Surabaya Sport Fashion Festival (SSFF) 2026. Ajang tahunan ini memang mengusung misi besar untuk merevolusi tren pakaian olahraga lokal agar tidak lagi monoton, melainkan wajib mengeksplorasi wastra (kain tradisional) Nusantara.

​Bagi Etty dan komunitas Ku-semai, panggung SSFF menjadi ruang pembuktian bahwa pakaian olahraga masa depan bisa lepas dari ketergantungan bahan sintetis berbahan polimer plastik, sekaligus membuktikan ke pasar urban Surabaya bahwa produk bermisi lingkungan tetap bisa tampil adaptif, fungsional, dan modis di atas runway. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Zisti Shinta Maharani
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Surabaya, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.