Busana Tema Nebula Orion Karya Desainer Ubaya, Jawaban Eksplorasi Diri Pekerja Urban
Alumnus Ubaya, Nur Natalia Imaya Wahyu, menghadirkan koleksi busana bertema Nebula Orion sebagai simbol eskapisme pekerja urban dalam ajang Surabaya Sport Fashion Festival 2026.
SURABAYA – Rutinitas kerja 9-to-5 yang menjemukan seringkali menuntut pelarian. Tapi bagi Nur Natalia Imaya Wahyu, alumnus Universitas Surabaya (Ubaya), Jalan yang dipilih berbeda.
Pelarian itu tidak ditemukannya di lembar tiket wisata, melainkan pada gumpalan awan antarbintang di galaksi: Nebula Orion - salah satu nebula paling terang dan dekat dengan bumi.
Melalui tangan dinginnya, Talia berhasil mentransformasikan keindahan astronomis Nebula Orionmenjadi sebuah koleksi busana siap pakai (ready-to-wear) yang sarat akan pesan eskapisme.
Tak tanggung-tanggung, proses kurasi visual abstrak dan penerjemahan konsep pelarian ini memakan waktu hingga satu tahun penuh.
"Ini adalah salah satu cara untuk mencurahkan eskapisme di pekerjaan. Paling tidak, ini menjadi gateway dari jenuhnya pekerjaan yang terkadang melelahkan," ujar Talia saat ditemui di sela pameran karyanya.
Talia tidak sekadar merancang baju mewah yang berakhir di lemari kaca. Urgensi karyanya justru berpijak pada realitas pekerja urban.
Ia menggabungkan gaya sporty dan formal kategori premium menengah agar para pekerja kantoran tetap bisa mengeksplorasi jati diri tanpa harus terlihat mencolok secara berlebihan.
"Saya menciptakan desain ini bagaimana caranya supaya kita yang bekerja 9-to-5 bisa mengeksplorasi diri, tapi bajunya masih bisa dipakai sehari-hari. Kalau dipakai ke kantor dengan bawahan denim, itu masih sangat aman," tambahnya.
Koleksi yang terdiri dari total 6 look ini mengandalkan teknik paneling yang rumit serta permainan surface design berupa cetakan grafis di atas kain kanvas.
Sentuhan detailnya terlihat pada kontras material denim yang sengaja melewati proses bleaching khusus untuk menghasilkan palet warna yang distingtif, merepresentasikan pendar cahaya Nebula Orion.
Menilik aspek komersial, busana ini dibanderol dengan harga berkisar Rp3 juta-an per potong, baik untuk atasan jaket maupun bawahan.
Ke depan, Talia memproyeksikan karyanya untuk diproduksi secara massal namun terbatas (limited).
Ia juga membuka peluang untuk merilis koleksi yang lebih sederhana guna menjangkau pasar yang lebih luas dengan harga yang lebih terjangkau.
Karya inovatif Talia ini menjadi bagian dari kemeriahan hari ketiga Surabaya Sport Fashion Festival (SSFF) 2026 yang berlangsung di Linear Atrium Ciputra World Surabaya.
Mengusung semangat Active, Stylish, Inspiring, festival ini sukses memadukan dunia olahraga, mode, dan gaya hidup dalam satu panggung megah yang dinamis.
Koleksi bertema eskapisme pekerja urban dari Desain Fashion & Produk Lifestyle Fakultas Industri Kreatif Ubaya ini bersanding dengan deretan desainer terbaik Indonesia lainnya.
Kehadiran karya Talia mempertegas misi SSFF 2026 sebagai wadah kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan inovasi kampus, korporasi, dan pelaku UMKM kreatif.
Melalui ajang ini, batasan mode konvensional didobrak, sekaligus mengukuhkan posisi Surabaya sebagai kiblat utama lahirnya karya-karya sport fashion yang inovatif, fungsional, dan bernilai komersial tinggi di masa depan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

