Dukung SDGs, 43 Peserta Internasional CommTECH ITS Belajar Keberlanjutan di SMP YPPI 1 Surabaya
Sebanyak 43 peserta internasional dari 13 negara mengikuti CommTECH Camp ITS 2026. Mereka mempelajari inovasi SDGs dan budaya berkelanjutan di SMP YPPI 1 Surabaya.
Surabaya – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan Sustainable Development Goals (SDGs) melalui program Community & Technological (CommTECH) Camp 2026. Sebanyak 43 peserta internasional dari berbagai negara diajak mengenal konsep Sustainable Community di SMP YPPI 1 Surabaya, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian CommTECH Camp Stream 2: SDGs Innovations 2026. Peserta yang berasal dari Jepang, Malaysia, Thailand, Filipina, Kanada, Taiwan, Rusia, Nepal, Korea, Kamboja, Tiongkok, Vietnam, hingga India mengikuti berbagai lokakarya interaktif yang memadukan unsur budaya dan inovasi lingkungan.
Manager for CommTECH and Short Program ITS, Muh Wahyu Islami Pratama Maoundu, S.T., M.Hub.Int., menyatakan bahwa agenda ini bertujuan memperkuat pertukaran budaya sekaligus mengedukasi penerapan prinsip keberlanjutan dalam lingkup komunitas sekolah.
“Peserta dan siswa dapat saling belajar mengenai peran komunitas dalam menciptakan lingkungan yang berkelanjutan,” ujar pria yang akrab disapa Wahyu tersebut.
Selama kegiatan, para delegasi mengikuti tiga agenda utama: pengolahan produk pangan mandiri, praktik pembuatan batik tulis, hingga seni mengukir menggunakan solder. Menariknya, seluruh aktivitas ini berbasis pada kurikulum lingkungan yang telah diterapkan oleh pihak sekolah.
Kepala SMP YPPI 1 Surabaya, Dra. Titris Hariyanti Utami, M.Si., menjelaskan bahwa sekolahnya memang mengintegrasikan nilai-nilai SDGs dalam pembelajaran sehari-hari, termasuk pengolahan limbah menjadi produk bernilai guna.
“Karya yang dikembangkan sekolah merupakan hasil kreativitas siswa yang memanfaatkan potensi di lingkungan sekitar. Kami juga fokus pada pengolahan limbah, seperti sisa lilin batik yang diolah kembali menjadi lilin aromaterapi,” jelas Titris.
Antusiasme juga ditunjukkan oleh peserta asal University of the Fraser Valley, Kanada, Malissa Hartzenberg. Mahasiswa bidang teknologi ini mengaku terkesan dengan sinergi antara elemen budaya lokal dan upaya pelestarian lingkungan.
“Uniknya, elemen budaya dapat berjalan seiringan dengan inovasi teknologi,” ungkap Malissa setelah mencoba teknik pewarnaan kain yang ramah lingkungan.
Melalui kegiatan ini, ITS berupaya mendukung pencapaian SDGs poin ke-4 (Pendidikan Berkualitas), poin ke-11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), poin ke-12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta poin ke-17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




