TIMES Surabaya/Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto berbicara di sela Peluncuran Program Riset Strategis di Jakarta, Senin (29/9/2025). (FOTO: ANTARA/Sean Filo Muhamad/aa)

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto meminta perguruan tinggi aktif memperkuat riset terapan yang terhubung dengan industri.

TIMES Surabaya,Sabtu 4 Oktober 2025, 08:23 WIB
462.1K
F
Ferry Agusta Satrio

JAKARTAMenteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendorong seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk aktif memperkuat riset terapan yang berorientasi pada kebutuhan industri.

Menurut Brian, penguatan riset terapan dan kolaborasi nyata dengan sektor industri melalui pendekatan riset yang terukur dan dapat direproduksi (replicable), serta berorientasi pada skala ekonomi dapat meningkatkan inovasi masyarakat agar lebih terstruktur dan memiliki daya saing pasar.

“Setidaknya kita punya marketplace sendiri yang pro terhadap produk Indonesia,” ujar Brian dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (4/10/2025), melansir Antara.

Brian menegaskan, pihak kementerian siap memberikan dukungan pendanaan riset, asalkan ada kepastian hasilnya benar-benar digunakan di dunia industri.

“Kita perlu sama-sama riset. Dana riset bisa dari kementerian, tapi harus ada jaminan bahwa hasilnya terpakai,” ujarnya.

Brian menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dengan sektor industri sangat penting untuk memastikan hasil riset tidak hanya berhenti di laboratorium, melainkan dapat diimplementasikan secara nyata.

Pendekatan tersebut, menurutnya, dapat memperkuat daya saing produk Indonesia dan mendorong terciptanya ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

Selain itu, Brian juga menekankan perlunya pendekatan interdisipliner dalam pendidikan. Ia menyebut penguasaan fundamental Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) tetap penting, namun harus diimbangi dengan pemahaman bisnis, kebijakan publik, dan aspek sosial.

“Mahasiswa teknik perlu juga memahami ekosistem kebijakan dan pasar. Jadi tidak hanya membuat, tapi juga bisa memengaruhi dan mendorong pemanfaatannya,” ucapnya.

Dengan integrasi STEM dan sosial humaniora, Brian berharap perguruan tinggi dapat menghasilkan inovasi yang lebih cepat masuk ke pasar sekaligus memberi kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.

Mendiktisaintek menegaskan, penguatan riset terapan dan pendidikan interdisipliner akan menjadi kunci perguruan tinggi dalam menjawab tantangan industrialisasi nasional. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Ferry Agusta Satrio
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Surabaya, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.