Atasi Antrean Pasien Cuci Darah, RSUD Syamrabu Bangkalan Tambah Unit Mesin Hemodialisa
Guna memangkas antrean pasien gagal ginjal, RSUD Syamrabu Bangkalan menambah kapasitas unit hemodialisa (cuci darah) menjadi 20 mesin berkolaborasi dengan Tawada Healthcare.
Surabaya – Kebutuhan layanan kesehatan, khususnya hemodialisa (cuci darah), terus meningkat seiring bertambahnya kasus penyakit gagal ginjal kronis di Indonesia. Tak hanya itu, antrean yang mengular kerap menjadi perhatian.
Menjawab kebutuhan tersebut, sebagai penyedia alat kesehatan, Tawada Healthcare (THC) turut andil dalam menghadirkan layanan yang lebih efektif dan nyaman bagi pasien.
Salah satunya dengan memberikan dukungan penuh dalam modernisasi dan penambahan kapasitas unit hemodialisa (cuci darah) di UOBK RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan.
“Penyediaan perangkat dan kebutuhan layanan hemodialisa yang modern dan sesuai standar ini untuk menunjang operasional ruang hemodialisa," ungkap Joko Waloya, Regional Manager Tawada Healthcare, Senin (25/5/2026).
Bukan sekadar mendistribusikan alat, THC juga menghadirkan solusi komprehensif bagi fasilitas kesehatan yang telah berpengalaman selama lebih dari 25 tahun.
"Fokus utama kami adalah membantu fasilitas kesehatan di berbagai daerah Indonesia agar memiliki akses terhadap solusi kesehatan yang aman, terpercaya, dan berstandar tinggi. Kami memberikan layanan purna jual, pelatihan tenaga medis, serta pendampingan agar pelayanan pasien optimal," tambahnya.
Joko berharap, kehadiran fasilitas hemodialisa tersebut dapat membantu masyarakat Bangkalan dan sekitarnya memperoleh layanan cuci darah yang lebih mudah diakses, nyaman, dan berkualitas tanpa harus dirujuk ke daerah lain.
"Ke depan, kami juga siap untuk terus mendukung rumah sakit melalui layanan teknis, pelatihan, dan pendampingan agar pelayanan kepada pasien dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan," tegasnya.
Lebih lanjut, kebutuhan akan layanan cuci darah di Bangkalan memang sangat mendesak. Berdasarkan data dari rumah sakit, unit dialisis saat ini harus beroperasi hingga tiga shift (sampai pukul 22.00 WIB) untuk melayani pasien.
Dokter penanggung jawab unit dialisis RSUD Syamrabu, dr. Rosidah Fajariya, menjelaskan bahwa penambahan mesin dari THC sangat membantu kapasitas pelayanan. Namun, antusiasme dan kebutuhan masyarakat tetap tinggi.
"Sebelumnya ada 14 mesin, sekarang bertambah menjadi 20 unit yang aktif digunakan. Satu shift melayani 20 pasien. Bahkan pada hari Senin dan Kamis kami harus buka hingga tiga shift untuk melayani total 60 pasien sehari. Itu pun masih ada daftar tunggu sekitar 26 pasien," jelas dr. Rosidah.
Ia juga mencatat adanya pergeseran tren usia pasien gagal ginjal ke usia yang lebih muda akibat gaya hidup dan pola konsumsi junk food. "Selain itu, faktor kandungan kalsium yang tinggi pada air tanah di wilayah Bangkalan juga memicu tingginya kasus batu ginjal sebagai salah satu penyebab gagal ginjal," terangnya.
Dukungan Pemerintah Daerah
Kehadiran teknologi modern dari Tawada Healthcare ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Bupati Lukman Hakim menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya menambah unit mesin agar seluruh pasien dapat terlayani tanpa harus mengantre lama atau dirujuk ke luar daerah.
"Tujuannya agar pelayanan lebih maksimal karena banyak yang antre. Melalui RSUD, kami akan terus tingkatkan lagi mesin-mesin unit untuk melayani lebih banyak masyarakat yang membutuhkan cuci darah," tandasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

