Lestari Moerdijat Dorong Pendidikan Tanggap Bencana Demi Masa Depan Generasi Muda
TIMES Surabaya/Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. (FOTO: MPR RI)

Lestari Moerdijat Dorong Pendidikan Tanggap Bencana Demi Masa Depan Generasi Muda

Lestari Moerdijat menyatakan, pembangunan infrastruktur pendidikan harus dirancang dengan mempertimbangkan potensi bencana di setiap wilayah.

TIMES Surabaya,Selasa 16 Desember 2025, 19:42 WIB
231.7K
R
Rochmat Shobirin

JAKARTAWakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan pentingnya membangun sistem pendidikan yang mampu merespons ancaman bencana secara serius dan terintegrasi. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam menjaga keberlangsungan masa depan anak-anak Indonesia.

Indonesia, yang berada di kawasan cincin api dengan deretan gunung berapi aktif, memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Kondisi ini, kata Lestari, menuntut dunia pendidikan untuk beradaptasi agar tidak hanya berfungsi sebagai ruang belajar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana. “Pengembangan sistem pendidikan yang peka terhadap risiko bencana harus menjadi prioritas,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (16/12/2025).

Data Peta Risiko Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2023 menunjukkan lebih dari 70 ribu satuan pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK, berada di wilayah dengan potensi bahaya sedang hingga tinggi. Situasi tersebut memperlihatkan betapa rentannya sektor pendidikan jika tidak dibarengi dengan perencanaan yang matang.

Lestari juga menyinggung laporan UNICEF yang menempatkan Indonesia dalam jajaran 50 negara dengan tingkat risiko tertinggi bagi anak-anak akibat dampak perubahan iklim dan degradasi lingkungan. Fakta ini memperkuat urgensi pembenahan sistem pendidikan agar lebih siap menghadapi berbagai ancaman bencana.

Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, pembangunan infrastruktur pendidikan harus dirancang dengan mempertimbangkan potensi bencana di setiap wilayah. Di sisi lain, kesiapan sumber daya manusia—baik pendidik maupun tenaga kependidikan—juga menjadi faktor kunci dalam menjalankan sistem pendidikan yang adaptif.

Ia menilai, sejumlah langkah konkret perlu segera diwujudkan, mulai dari penguatan kurikulum berbasis kebencanaan, peningkatan literasi bencana bagi peserta didik, hingga pembekalan keterampilan bagi guru dalam mengelola stres dan trauma pascabencana.

Anggota Komisi X DPR RI itu berharap rangkaian bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dapat menjadi peringatan bagi seluruh pemangku kepentingan. Dengan kolaborasi yang kuat, ia meyakini sistem pendidikan yang tangguh dan responsif terhadap bencana dapat dibangun demi melindungi generasi penerus bangsa. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Rochmat Shobirin
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Surabaya, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.