PB IMSU Gelar Seminar Ulos dan AI: Merajut Warisan di Era Digital
PB IMSU menggelar seminar Budaya Ulos dan AI di Jakarta. Fokus pada digitalisasi motif ulos dan perlindungan kekayaan intelektual di era kecerdasan buatan.
Surabaya – Pengurus Besar Ikatan Mahasiswa Sumatera Utara (PB IMSU) menggelar seminar bertajuk "Budaya Ulos & Artificial Intelligence (AI): Merajut Warisan, Menenun Peradaban di Era Kecerdasan Buatan". Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara tradisi leluhur dengan kemajuan teknologi modern.
Acara yang berlangsung di Kantor Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Jakarta, Sabtu (7/3/2026) malam tersebut, dihadiri oleh kalangan mahasiswa serta perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut).
Ketua Umum PB IMSU, Lingga Pangayumi Nasution, menegaskan bahwa agenda ini merupakan wujud nyata semangat generasi muda dalam menjaga warisan budaya di tengah gempuran teknologi.
"Ulos bukan hanya simbol budaya, tetapi identitas dan filosofi hidup masyarakat. Generasi muda harus mampu mengintegrasikan nilai budaya dengan perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence agar budaya tetap relevan di masa depan," ujar Lingga.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber kompeten, yakni Kasubbid Pelayanan dan Pembinaan Masyarakat Badan Penghubung Provinsi Sumut, Lydia Tri Putri Sibarani, serta Ketua Bidang DPP GMNI, Arjun Munthe.
Dalam paparannya, Lydia Tri Putri Sibarani menekankan pentingnya strategi diplomasi budaya melalui pemanfaatan teknologi digital untuk memperkenalkan ulos ke kancah internasional.
“Pemerintah mendorong digitalisasi arsip dan dokumentasi motif ulos. Hal ini penting untuk perlindungan kekayaan intelektual agar warisan budaya tidak disalahgunakan atau diproduksi tanpa etika melalui teknologi AI,” jelas Lydia.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, dan komunitas budaya menjadi kunci utama agar ekosistem pelestarian budaya berbasis teknologi dapat terbentuk dengan kuat.
Senada dengan hal tersebut, Arjun Munthe menyoroti peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change). Menurutnya, teknologi harus dipandang sebagai alat inovasi tanpa meninggalkan akar tradisi.
“Mahasiswa dapat berperan aktif menciptakan inovasi desain ulos digital dan mempromosikannya melalui platform global. Dengan begitu, ulos tidak hanya bertahan sebagai warisan, tetapi berkembang menjadi identitas yang dikenal dunia,” kata Arjun.
Melalui seminar ini, PB IMSU berharap muncul kesadaran kolektif di kalangan pemuda untuk terus mengembangkan kekayaan daerah dengan memanfaatkan kemajuan zaman.
Di akhir acara, Lingga Pangayumi Nasution menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Wakil Presiden RI, Bapak Gibran Rakabuming Raka, serta Gubernur Sumatera Utara, Bapak Bobby Nasution, yang dalam hal ini diwakili Kepala Badan Penghubung Pemprov Sumut, Bapak Ichsanul Arifin Siregar, atas dukungan dan fasilitas yang diberikan,” pungkas Lingga. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




