Bersih-bersih sampah di kawasan Mangrove. (FOTO: Dok. Humas Pemkot Surabaya)

Atasi Sampah Magrove, Teknologi Pirolisis BRIDA Surabaya Ubah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar

Teknologi pirolisis dirancang untuk mengolah sampah plastik yang tidak memiliki nilai ekonomis menjadi minyak bakar yang dapat dimanfaatkan oleh nelayan.

TIMES Surabaya,Minggu 28 Juni 2026, 20:19 WIB
541
S
Siti Nur Faizah

SURABAYABadan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya tengah mengembangkan solusi inovatif untuk mengatasi penumpukan sampah plastik di kawasan pesisir mangrove melalui teknologi pirolisis

Teknologi tersebut dirancang untuk mengolah sampah plastik yang tidak memiliki nilai ekonomis menjadi minyak bakar yang dapat dimanfaatkan oleh nelayan.

Kepala BRIDA Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji mengatakan persoalan sampah di kawasan mangrove tidak hanya berasal dari aliran sungai, tetapi juga terbawa arus laut saat terjadi pasang.

"Ternyata ketika pasang, justru laut membawa sampah masuk ke situ (mangrove), nyantol ke akar-akar napas mangrove," ujar Agus, Minggu (28/6/2026). 

Kondisi tersebut menjadi tantangan karena sebagian besar sampah tersangkut di sela-sela akar mangrove sehingga sulit diambil.

Untuk mengatasinya, BRIDA menggagas pelibatan berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi, pelajar, hingga masyarakat untuk mengumpulkan sampah plastik yang tidak lagi memiliki nilai jual.

"Kalau botol plastik masih ada harganya. Untuk sampah kresek yang rusak itu tidak ada nilainya, tetapi banyak mengambang dan nyantol di mangrove. Nah, yang non-valuable itu yang ingin kita kumpulkan," katanya.

Sampah plastik tersebut selanjutnya akan diolah menggunakan teknologi pirolisis hingga menghasilkan minyak bakar.

Agus berharap hasil pengolahan itu dapat dimanfaatkan kembali oleh nelayan di kawasan pesisir.

"Kalau nelayan saat tidak mencari ikan, bisa mencari sampah plastik di mangrove, nanti diberikan kepada kami untuk diproses. Hasilnya berupa minyak bakar bisa kami berikan lagi untuk bahan bakar motor tempel mereka," tuturnya.

Meski demikian, Agus mengakui pengembangan alat pirolisis tersebut masih terkendala pendanaan. "Sudah mau kita selesaikan, masih cari untuk pendanaan," katanya.

Sementara Sekretaris BRIDA Kota Surabaya, Mamik Suparmi menjelaskan, teknologi pirolisis difokuskan pada pengolahan sampah plastik yang selama ini sulit didaur ulang dan tidak memiliki nilai ekonomi.

"Botol plastik masih punya nilai karena bisa dicacah dan didaur ulang. Nah, yang (plastik) jelek-jelek ini yang tidak berguna, kita kumpulkan lalu dilakukan pirolisis sehingga kembali menghasilkan minyak," ujar Mamik.

Menurut Mamik, minyak hasil pirolisis tersebut nantinya dapat langsung digunakan sebagai bahan bakar.

Saat ini, BRIDA bekerja sama dengan Fakultas Teknik (FT) serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) untuk melakukan riset sekaligus mengembangkan alat pirolisis. 

"Nah, kita sedang melakukan riset sekaligus mengembangkan alatnya," katanya.

Selain mengembangkan inovasi pengelolaan sampah mangrove, BRIDA juga membuka ruang kolaborasi riset melalui platform berbasis web BRIGHT (BRIDA Research, Internship Growth and Holistic Training).

Melalui platform tersebut, Mamik menegaskan BRIDA memfasilitasi mahasiswa, dosen, peneliti, hingga masyarakat yang ingin melakukan riset, magang, maupun pengembangan inovasi dengan lokus di Kota Surabaya.

"BRIDA mewadahi untuk riset dan inovasi, termasuk magang mahasiswa. Dari riset dan magang itu diharapkan lahir ide-ide baru yang berkembang menjadi inovasi nyata," kata Mamik.

Ia menambahkan, sejumlah mahasiswa peserta magang telah berhasil menghasilkan berbagai inovasi yang dikembangkan bersama BRIDA. 

Karya-karya tersebut juga didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai bekal meningkatkan daya saing lulusan saat memasuki dunia kerja. 

"Jadi sekaligus untuk membekali adik-adik agar punya daya saing ketika dia menjadi lulusan yang siap kerja," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Siti Nur Faizah
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Surabaya, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.