SBI Students Tournament Surabaya Bidik Pebulutangkis Amatir Tingkat Pelajar
SBI Students Tournament Surabaya dirancang khusus bagi para pelajar mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) kelas tiga hingga tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) tersebut digelar di GOR Itikminton Surabaya selama dua hari.
SURABAYA – Surabaya Badminton Indonesia menggelar SBI Students Tournament Surabaya dengan menargetkan peserta kelas amatir dari para pelajar tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Ajang ini mengusung misi memberikan ruang kompetisi yang aman dan nyaman bagi generasi muda dan menarik antusiasme peserta dari berbagai daerah di Pulau Jawa. Sekitar 380 peserta terjun bertanding menunjukkan kemampuan mereka dalam memainkan seni tepok bulu.
Tidak hanya diramaikan oleh atlet lokal dari kawasan Surabaya dan sekitarnya seperti Trenggalek serta Pasuruan, kompetisi ini juga berhasil memikat puluhan pebulu tangkis muda yang datang jauh-jauh dari luar provinsi, termasuk perwakilan dari Yogyakarta hingga Jakarta.
Turnamen yang dirancang khusus bagi para pelajar mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) kelas tiga hingga tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) tersebut digelar di GOR Itikminton Surabaya selama dua hari.
Ketua Panitia Pelaksana, Mario Wijaya dari Sekolah Badminton Indonesia (SBI) didampingi oleh Hans William dan Nadia Nathania mengungkapkan bahwa ajang ini lahir dari sebuah evaluasi mendalam terhadap industri kompetisi olahraga komunitas.

Mario menegaskan bahwa kompetisi tersebut ingin meletakkan sebuah standar baru yang menempatkan kenyamanan psikologis anak dan ketenangan pikiran orang tua sebagai prioritas paling utama.
"SBI Students Tournament ini memang didesain untuk semua murid-murid mulai dari SD sampai SMA itu bisa bertanding dengan posisi yang nyaman. Jadi tidak cuma atletnya saja, tetapi orang tua juga bisa merasa aman," tutur Mario Wijaya, Senin (18/5/2026).
Demi mewujudkan komitmen keselamatan yang paripurna, pihak penyelenggara totalitas mempersiapkan fasilitas penunjang di area pertandingan.
Langkah konkret tersebut dibuktikan dengan menggandeng tim medis profesional dari Waron Hospital, menyediakan unit ambulans penanganan cepat, menyiagakan dokter ahli, hingga menghadirkan tim khusus penanganan bebas cedera, serta mengantongi izin resmi dari aparat kepolisian sektor setempat.
Bagi Mario Wijaya, kehadiran fasilitas medis yang mumpuni di tingkat kejuaraan komunitas adalah hal mendasar yang sering kali terabaikan dalam turnamen lain.
Mario melihat bahwa perjuangan para orang tua dalam mendukung minat bakat anak-anak mereka, baik dari segi kesiapan finansial, curahan tenaga, hingga ketahanan mental, harus diapresiasi dengan penyediaan panggung kompetisi yang sangat menghargai aspek keselamatan ragawi.
"Pertandingan sekelas komunitas saja kita memperhatikan dari segi safety-nya. Banyak sekali orang tua itu yang merasa puas dan tidak kecewa datang dari luar kota. Walaupun menang kalah, mereka itu senang karena di sini merasa diajeni oleh kita karena dokternya juga siaga kalau ada apa-apa," ucap Mario Wijaya.
Ajang bergengsi yang juga memperebutkan total hadiah senilai jutaan rupiah ini pada awalnya digagas khusus bagi internal SBI.
Namun, karena melihat tingginya dahaga kompetisi yang sehat di kalangan pelajar, pihak manajemen akhirnya membuka pintu selebar-lebarnya bagi peserta di luar ekosistem sekolah mereka demi menciptakan iklim persaingan yang lebih kompetitif.
Melihat respons yang begitu masif dari berbagai kota di luar Jawa Timur, manajemen bersama tim promosi SBI kini mulai menatap masa depan kejuaraan ini dengan optimisme tinggi.
Kendati pada rencana awal tidak ada agenda untuk menetapkan kompetisi ini sebagai kalender tahunan yang kaku, desakan dan umpan balik positif dari para wali atlet membuat pihak panitia berencana mempersiapkan edisi lanjutan pada tahun depan di Surabaya.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

