Mudik Tenang, Rumah Aman: Ini 7 Cara Menghindari Risiko Pencurian
Dosen Unesa Ayusta Lukita Wardani membagikan sejumlah tips sederhana agar rumah tetap aman dari risiko pencurian saat ditinggal mudik Lebaran.
JAKARTA – Mudik atau pulang kampung saat Lebaran menjadi tradisi yang dinantikan banyak orang. Namun di balik momen tersebut, tidak sedikit warga merasa waswas meninggalkan rumah dalam keadaan kosong selama beberapa hari.
Kekhawatiran tersebut umumnya berkaitan dengan potensi pencurian atau kejadian tidak diinginkan lainnya. Karena itu, sejumlah langkah pencegahan perlu dilakukan agar rumah tetap aman selama ditinggal mudik.
Dosen D-4 Teknik Listrik Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ayusta Lukita Wardani, menjelaskan beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan masyarakat untuk meminimalkan risiko rumah disatroni maling saat mudik Lebaran.
Pertama, pastikan seluruh pintu, jendela, dan garasi terkunci dengan baik sebelum meninggalkan rumah. Penggunaan kunci ganda juga disarankan untuk meningkatkan keamanan.
Kedua, hindari menaruh tangga atau tangga lipat sembarangan, terutama di area pekarangan rumah. Menurut Ayusta, keberadaan tangga justru bisa memudahkan orang yang berniat jahat untuk masuk ke dalam rumah.
“Jangan menaruh tangga sembarangan, karena itu bisa memudahkan orang masuk atau keluar rumah,” tegasnya.
Ketiga, kendaraan yang tidak digunakan sebaiknya disimpan di dalam garasi dan dipastikan sudah terkunci dengan sistem pengaman tambahan atau double key.
Keempat, simpan barang-barang berharga di tempat yang aman dan tersembunyi. Misalnya, perhiasan dapat disimpan di laci rahasia atau brankas untuk mengurangi risiko kehilangan.
Kelima, masyarakat juga diingatkan untuk tidak berlebihan membagikan informasi perjalanan di media sosial. Mengunggah lokasi, waktu perjalanan, hingga durasi mudik secara detail dapat membuka peluang bagi pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Status sewajarnya saja. Itu tidak akan mengurangi kebahagiaan saat mudik,” ujarnya.
Keenam, jika memungkinkan, rumah dapat dilengkapi dengan kamera pengawas seperti CCTV atau IP camera. Perangkat tersebut sebaiknya memiliki fitur pendeteksi gerakan atau motion detection yang dapat mengirim notifikasi jika terdeteksi aktivitas mencurigakan di sekitar rumah.
Terakhir, menyalakan lampu di bagian teras atau ruang tamu juga dapat membantu memberi kesan rumah tetap berpenghuni. Penggunaan lampu otomatis yang dapat menyala dan mati secara berkala menjadi pilihan yang lebih efektif.
Ayusta menegaskan, langkah-langkah sederhana tersebut dapat menjadi upaya pencegahan agar pemilik rumah merasa lebih tenang saat mudik.
“Itu sederhana, tetapi besar manfaatnya. Sebaiknya diantisipasi sejak awal daripada menyesal setelah terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Ia pun berharap masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dapat sampai ke tujuan dengan selamat dan kembali ke rumah dalam keadaan aman. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



