Komisi IX DPR RI Tekankan Pengawasan dan Dampak Ekonomi MBG di Jatim
TIMES Surabaya/Anggota Komisi IX DPR RI Indah Kurniawati saat sosialisasi program MBG, Rabu (18/2/2026).(Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

Komisi IX DPR RI Tekankan Pengawasan dan Dampak Ekonomi MBG di Jatim

Anggota Komisi IX DPR RI Indah Kurniawati menekankan bahwa keberhasilan program MBG di Jatim tidak hanya berdampak pada penurunan angka stunting, tetapi juga memberikan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi.

TIMES Surabaya,Rabu 18 Februari 2026, 14:32 WIB
1.1K
L
Lely Yuana

TIMESINDONESIAProgram Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berjalan di Jawa Timur (Jatim) dan mencatat angka tertinggi secara nasional.

Hingga akhir 2025, Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat 7,2 juta penerima manfaat atau sekitar 82 persen dari target 8,7 juta penerima manfaat.

Fokus utama sasaran program prioritas presiden tersebut meliputi siswa, ibu hamil dan menyusui, hingga lansia. Dengan rincian, anak sekolah dan santri sebanyak 6.714.267 jiwa, balita 308.325 jiwa, ibu hamil dan menyusui 153.673 jiwa dan total realisasi anggaran menyentuh Rp1,62 triliun.

Anggota Komisi IX DPR RI Indah Kurniawati menekankan bahwa keberhasilan program MBG di Jatim tidak hanya berdampak pada penurunan angka stunting, tetapi juga memberikan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi.

Terdapat 2.529 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di Jatim, 2.882 UMKM, 751 koperasi, 180 BUMDes, serta 3.128 pemasok atau supplier. 

BGN bekerja sama dengan Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) berkomitmen melakukan pengawasan ketat pada 2026 demi mencegah insiden keamanan pangan serta mendorong peningkatan kualitas nutrisi.

Selain bertugas meningkatkan gizi, keberadaan SPPG sendiri telah menciptakan lapangan kerja baru. Sementara data secara nasional merekrut 789.318 orang per Januari 2026 atau rata-rata mengalami peningkatan 65.817 per bulan sejak setahun program ini berjalan.

"Pergerakan sektor pendukung seperti pemasok sayur-mayur, telur, ikan, susu, serta distribusi logistik dinilai mampu mendorong aktivitas ekonomi secara serentak," ungkap anggota Komisi IX DPR RI Indah Kurniawati saat acara sosialisasi di Gedung Maerokotjo Rewwin, Waru, Rabu (18/2/2026).

Indah menambahkan, bahwa Jawa Timur merupakan provinsi dengan kontribusi terbesar kedua terhadap pertumbuhan ekonomi nasional setelah DKI Jakarta.

"Oleh karena itu, implementasi MBG yang tepat sasaran diyakini akan memperkuat multiplier effect bagi perekonomian daerah maupun nasional," tandasnya.

Sebagai anggota Komisi IX DPR RI, ia memastikan pihaknya akan menjalankan fungsi pengawasan secara proporsional.

Pengawasan tersebut dilakukan untuk menjamin kualitas makanan yang diberikan benar-benar layak konsumsi dan memenuhi standar gizi.

“Kita mengawasi bukan dalam arti negatif, tetapi memastikan seluruh proses berjalan baik. Program ini harus benar-benar sampai kepada penerima manfaat dan dikonsumsi oleh anak-anak serta ibu hamil dengan kualitas yang terjamin,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi dan menjaga pelaksanaan program agar berjalan optimal, tanpa intervensi yang tidak perlu, namun tetap dengan pengawasan yang bertanggung jawab.

Pada kesempatan tersebut, Indah juga menyampaikan apresiasi kepada para undangan yang hadir dan menegaskan komitmennya dalam mengawal program pemerintah, khususnya di bidang kesehatan dan ketenagakerjaan.

Ia menjelaskan, bahwa saat ini dirinya bertugas di Komisi IX DPR RI yang bermitra dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Ketenagakerjaan, serta Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (sebelumnya BKKBN).

Menurutnya, program MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Program ini berada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga baru yang dibentuk untuk memastikan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya.

“MBG harus sukses. Boleh saja kita memiliki sumber daya alam yang melimpah dan teknologi yang canggih, tetapi tanpa SDM yang unggul secara fisik, mental, dan moral, semuanya akan sia-sia,” ujarnya.

Indah berharap seluruh pihak dapat menjaga amanah dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat, terlebih menjelang bulan suci Ramadan.

Kegiatan sosialisasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dan mitra kerja terkait pentingnya dukungan bersama demi keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari pembangunan SDM Indonesia yang unggul dan berdaya saing.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Lely Yuana
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Surabaya, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.