Mengenang Sang Maestro Surabaya, Orasis Art Space Hadirkan Pameran Arsip Amang Rahman
TIMES Surabaya/Pengunjung mengamati salah satu karya masterpiece Amang Rahman dalam pameran arsip Segue #3: Emanasi di Orasis Art Space, Surabaya. (Foto: Zisti Shinta/TIMES Indonesia)

Mengenang Sang Maestro Surabaya, Orasis Art Space Hadirkan Pameran Arsip Amang Rahman

Orasis Art Space kembali mempersembahkan pameran arsip seni rupa bertajuk Segue #3: Amang Rahman yang bertema Emanasi.

TIMES Surabaya,Sabtu 7 Februari 2026, 14:41 WIB
6.6K
Z
Zisti Shinta Maharani

SURABAYAOrasis Art Space kembali mempersembahkan pameran arsip seni rupa bertajuk Segue #3: Amang Rahman dengan tema Emanasi. Pameran ini mengajak publik menyelami perjalanan kreatif dan spiritual Amang Rahman Jubair, seniman legendaris kelahiran 1931 yang dikenal dengan pendekatan kontemplatifnya.

Dalam sesi temu media yang digelar Jumat (6/2/2026), pihak penyelenggara mengungkapkan bahwa pameran ini bukan sekadar memajang lukisan, melainkan sebuah upaya pengarsipan mendalam.

Heru Hikayat, kurator pameran, menegaskan pentingnya membedakan antara karya seni murni dan materi pendukung arsip dalam pameran ini.

"Walaupun karya lukisan sebenarnya juga bisa dikategorikan sebagai arsip, di sini kami membedakan antara lukisan-lukisan Pak Amang Rahman dengan material pendukung yang kami sebut arsip," ujar Heru.

Materi pendukung yang dimaksud meliputi berbagai literatur dan catatan tentang Amang Rahman, termasuk buku kumpulan puisi “Sajak Putih” yang disusun oleh kerabat dekatnya, Henri Nurcahyo.

Uniknya, untuk menjaga kelestarian fisik dokumen-dokumen berharga tersebut, materi buku akan ditampilkan secara digital di ruang pameran.

Proses kurasi dan riset pameran ini melibatkan kolaborasi intensif antara tim Orasis, praktisi seni Yuki Hatori, dan tim riset Nabila Warda. Nabila mengakui, kehadiran Henri Nurcahyo sangat krusial dalam memvalidasi data sejarah sang seniman.

"Selama dua bulan riset, kami sangat terbantu dengan adanya Pak Henri karena beliau sudah menerbitkan buku tentang Amang Rahman. Banyak data dan dokumentasi karya yang bisa kami gali dari sana," jelas Nabila, praktisi seni berbasis di Gresik tersebut.

Henri Nurcahyo berharap perhelatan ini dapat menjadi tonggak sejarah baru dalam apresiasi seni di Surabaya.

"Saya berharap pameran ini menjadi wadah penghargaan sekaligus bentuk penghormatan bagi kerabat saya, Amang Rahman, serta masyarakat secara umum," ungkapnya.

Bagi masyarakat yang ingin berkunjung, pameran Segue #3: Amang Rahman – Emanasi dibuka untuk umum mulai 7 Februari hingga 19 April 2026.

Pameran beroperasi setiap hari Selasa hingga Minggu, terbagi dalam dua sesi kunjungan: sesi pertama pukul 11.00–14.00 WIB dan sesi kedua pukul 15.00–18.00 WIB.

Tiket masuk dibanderol seharga Rp88.000 dan dapat dipesan melalui laman resmi Orasis Art Space.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Zisti Shinta Maharani
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Surabaya, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.