https://surabaya.times.co.id/
Berita

Gubernur Khofifah Pastikan Penanganan Banjir di  Situbondo Cepat dan Terpadu

Sabtu, 24 Januari 2026 - 12:31
Gubernur Khofifah Pastikan Penanganan Banjir di  Situbondo Cepat dan Terpadu Gubernur Khofifah saat meninjau warga terdampak banjir di Situbondo, Jumat (23/1/2026). Khofifah mengoptimalkan langkah strategis pengerukan sungai hingga penguatan infrastruktur pengendali banjir.(Dok.Humas Pemprov Jatim)

TIMES SURABAYA, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bergerak cepat turun langsung menangani banjir yang melanda Kabupaten Situbondo.

Khofifah meninjau lokasi banjir di Desa Kalianget Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, Jumat (23/1/2026).

Ia memastikan sejumlah langkah penanganan segera dilakukan, mulai dari pengerukan sedimentasi sungai hingga penguatan bronjong di titik-titik rawan luapan air.

Gubernur Khofifah mengatakan, selain dipicu hujan dengan intensitas tinggi, banjir di Situbondo juga disebabkan oleh meluapnya sungai akibat sedimentasi yang belum tertangani secara optimal.

 "Yang lebih strategis pengerukan yang lebih signifikan kemudian ada bronjong yang juga lebih siginifikan untuk menjadi penahan dari kemungkinan melubernya air karena sedimentasi yang masih belum dikeruk," ujarnya.

Khofifah menjelaskan, pengerukan sedimentasi sungai membutuhkan alat berat berupa ekskavator.

Namun demikian, diperlukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Situbondo untuk menentukan jalur alternatif agar alat berat tersebut dapat menjangkau lokasi pengerukan.

"Kalau eskavator itu melalui gang di depan ini tidak cukup, maka harus cari opsi eskavator ini lewat titik-titik yang nanti Bupati akan memandu kalau eskavator masuk itu akan lewat mana," katanya.

Selain pengerukan, penguatan bronjong juga menjadi perhatian utama. Menurut Khofifah, bronjong perlu diperkuat melalui penambahan dan pelapisan agar lebih kokoh dalam menahan arus sungai saat hujan deras.

"Bronjongnya dikuatkan, ditambah, dilapisi, dan tetap perlu ada proses untuk pengerukan sedimentasi sungai," tegasnya.

 

Untuk solusi jangka pendek, lanjut Khofifah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyiapkan upaya kanal  pengairan lahan pertanian dengan pemasangan pipa-pipa air ke area persawahan. Langkah ini dinilai mendesak mengingat wilayah tersebut telah memasuki musim tanam

"Karena ini juga sudah musim tanam maka plt kepala dinas sumber daya air yang juga kepala dinas cipta karya akan menyiapkan pipa - pipa untuk bisa mengalirkan air pada proses pengairan lahan sawah yang sedang pada proses tanam," jelasnya.

Di sisi penanganan sosial, Gubernur Khofifah meminta Bupati Situbondo memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan layanan dasar, terutama pemenuhan kebutuhan pangan melalui dua dapur umum yang telah disiapkan. Ia juga menekankan pentingnya layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

"Tadi ada dua dapur umum, proses distribusi permakanannya saya rasa relawannya dimungkinkan untuk bisa memasak dan mendistribusikan sehari bisa 3 kali makan, mungkin juga ada titik-titik layanan kesehatan yang bisa disupport dari Puskesmas terdekat," terangnya.

Tak hanya itu, Khofifah juga meminta agar dilakukan pendataan terhadap fasilitas ibadah dan fasilitas pendidikan yang terdampak banjir, mengingat masyarakat akan segera memasuki bulan Ramadan.

"Pasikan masyarakat sehat dan mereka merasa tenang," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur turut menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir. Bantuan tersebut meliputi 100 unit kompor, 500 paket sembako, 100 paket perlengkapan anak (kidsware), 50 paket makanan siap saji, 50 paket lauk pauk, 50 paket tambahan gizi, 100 lembar selimut, 100 paket kebersihan, 100 lembar terpal, 100 paket peralatan masak, 50 potong pakaian pria, 50 potong pakaian wanita, serta 100 paket bantuan untuk lansia.

Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Gubernur Khofifah yang turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir.

"Terima kasih ini berkah sekali ibu berkenan berkunjung ke sini," ucap Rio.

Sebelumnya, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berlangsung cukup lama mengguyur wilayah Kabupaten Situbondo pada Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 17.50 WIB. Kondisi tersebut menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap di sejumlah wilayah.

Banjir melanda beberapa desa di lima kecamatan, yakni Desa Lubawang, Kalianget, dan Jetis di Kecamatan Banyuglugur; Desa Buduan di Kecamatan Suboh; Desa Pasir Putih di Kecamatan Bungatan; Desa Selomukti di Kecamatan Mlandingan; serta Jalan Raya Besuki di Kecamatan Besuki.

Bencana tersebut mengakibatkan beberapa unit rumah rusak sedang, rumah rusak berat, satu unit tempat usaha rusak, satu tanggul jebol, serta satu jembatan penghubung antar dusun terputus. Sementara data kerusakan rumah , fasum dan fasos serta pertanaman dan ternak masih difinalisasi.(*)

Pewarta : Lely Yuana
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Surabaya just now

Welcome to TIMES Surabaya

TIMES Surabaya is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.