https://surabaya.times.co.id/
News Commerce

Nana Hospital Korea Jadi Tujuan Para Pesohor Memulai Perjalanan Anti Aging

Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:14
Nana Hospital Korea Jadi Tujuan Para Pesohor Memulai Perjalanan Anti Aging (kiri-kanan) Asri Welas, Masayu Anastasia, dr Hwang Dong Yeon, dan Chintami Atmanegara saat mengisahkan transformasi estetika mereka dalam Talkshow Timeless Elegance di Surabaya, Sabtu (24/1/2026). (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMES SURABAYA, SURABAYA – Bedah estetika atau operasi plastik (plastic surgery) telah menjadi bagian gaya hidup persona modern.

Transformasi ini bukan hanya bertujuan untuk mengubah performa diri, tetapi juga mendukung kebutuhan profesi. Termasuk bagi para aktris dan pekerja seni di Indonesia.

Salah satu negara tujuan wisata medis estetika yang paling populer adalah Korea Selatan. Sejumlah artis maupun pesohor Tanah Air kebanyakan memilih melakukan perbaikan kualitas penampilan di negeri ginseng ini. 

Asri Welas misalnya. Ia melakukan operasi pengencangan wajah atau face lift, sedot lemak atau liposuction dan perampingan perut atau tummy tuck di Nana Hospital. Rumah sakit tersebut berada di Gangnam District, Seoul dan masuk dalam jajaran top rated surgery di Korea.

Tuntutan pekerjaan sebagai aktris film, membuatnya memilih memulai perjalanan anti aging di Nana Hospital. Asri mengaku ditangani langsung oleh dokter kepala, Dr Kim Hyeong Jun. 

Talkshow-Timeless-Elegance-2.jpgDokter Hwang Dong Yeon bersama Asri Welas, Masayu Anastasia, dan Chintami Atmanegara saat sesi Talkshow Timeless Elegance Nana Hospital di Surabaya, Sabtu (24/1/2026).(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)

"Jujur, ini adalah salah satu keputusan terbaikku dalam merawat diri," ungkap Asri Welas dalam acara Talkshow Timeless Elegance bersama  Nana Hospital di Surabaya, Sabtu (24/1/2026).

Ia menjalani prosedur full face lifting untuk mengencangkan otot dan kulit wajah yang mulai kehilangan elastisitasnya. Asri mengaku sangat menyukai hasilnya. Terbukti, tindakan estetika medis itu membuat wajahnya kembali muda berseri.

"Aku senang banget sama hasilnya, Natural, fresh, dan yang paling penting bikin aku makin percaya diri," ungkapnya.

Bagi Asri, operasi plastik bukan soal mengubah diri menjadi pribadi lain, tetapi lebih mengembalikan menuju versi terbaik dari diri sendiri.

Aktris dan penyanyi senior Chintami Atmanegara mengisahkan transformasi serupa. Wanita yang masih tampak cantik di usia lebih dari 60 tahun ini, menjalani facelift tanpa mengubah karakter wajahnya. Kulitnya kini tampak kencang dan berkilau alami. Bahkan, tak ada yang menyangka jika ia melakukan bedah plastik di Korea.

"Semua nggak tahu kalau nggak ada yang nanya, karena hasilnya nggak kayak patung lilin. Saya memang minta tindakan sewajar mungkin," kata Chintami.

Begitu pula Masayu Anastasia. Aktris yang menjadi tandem Asri Welas di film layar lebar Mama-mama Pengejar Cinta Ini juga melakukan face lifting di sana. Keberhasilan operasi ditambah wajah imutnya, membuat kecantikannya seolah tak lekang dimakan usia.

"Aku maunya rumah sakit, bukan klinik. Jadi aku benar-benar sangat memilih, akhirnya tertarik di Nana Hospital," kata Masayu yang operasi karena hanya ingin mengisi bagian wajah yang kosong agar tampak berisi.

"Nana Hospital ngasih saran apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita mau," ucapnya.

Pada akhirnya, ketiga aktris kenamaan ini sepakat bahwa operasi bedah estetika tak selalu merombak wajah secara drastis. Mereka hanya ingin mengembalikan kualitas kesehatan kulit seperti sediakala. Lebih muda, lebih elegan, penuh percaya diri dalam melangkah.

Penampilan cantik di usia matang memang membawa rasa bahagia tersendiri yang tentunya kebahagiaan adalah bahan bakar utama bagi kesehatan jiwa dan raga.

Hal tersebut diamini Dokter Hwang Dong Yeon dari Nana Hospital. Ia mengungkapkan, bahwa setiap pasien memiliki harapan tersendiri dalam meningkatkan penampilan diri. Ada yang memerlukan perbaikan wajah, ada juga re-shape body alias membentuk ulang bagian tubuh agar tampak langsing bahkan padat berisi. Semua sesuai kebutuhan pasien.

Dokter selalu menyarankan tindakan terbaik. Operasi pada bagian wajah maupun tubuh juga bisa dilakukan sekaligus dalam satu waktu apabila dibutuhkan oleh pasien.

Talkshow-Timeless-Elegance-3.jpg

"Operasi wajah dan tubuh bisa dilakukan secara bersamaan," katanya saat sesi talkshow.

Tasya, pendamping sekaligus translater pasien dari Nana Hospital turut menambahkan, Nana Hospital memang mengusung konsep natural beauty. Tidak mengubah wajah terlalu drastis.

"Kalau dilihat hasil surgery kita lebih natural jika dibandingkan Thailand atau China yang perubahannya bisa sangat drastis," ungkap Tasya.

Namun demikian, pilihan tersebut tetap kembali pada pasien. Jika menginginkan rekonstruksi wajah total, pihak rumah sakit juga bisa melayani permintaan mereka. Dengan jumlah dokter lebih dari 30, Nana Hospital menyediakan konsultasi sebelum tindakan. 

Sementara melihat tren bedah plastik di Korea dan Indonesia sendiri memang berbeda. Jika di Korea, kata Tasya, kebanyakan menyukai perubahan wajah sesuai artis yang tengah naik daun dan menjadi kiblat wajah ideal.

"Berbeda dengan pasien dari Indonesia, kebanyakan ingin natural tidak ingin terlalu berubah, tetapi lebih cantik," ucap Tasya.

Pasien dari Indonesia rata-rata didominasi usia 40 tahun hingga 60 tahun. Tindakan anti aging face lifting dan neck lifting menjadi pilihan untuk mengencangkan kulit kendur pada bagian wajah dan leher. Kemudian yang berikutnya adalah operasi meninggikan hidung, mengencangkan mata, dan menambah volume payudara.

Bagi pasien usia muda, ada yang melakukan kontur wajah, rhinoplasty memancungkan hidung, membuat lipatan mata, hingga meniruskan rahang. Operasi bedah estetika sendiri bisa dilakukan mulai usia 16-17 tahun. 

"Beda generasi, beda kebutuhan dan keinginannya," terang Tasya. (*)

Pewarta : Lely Yuana
Editor : Faizal R Arief
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Surabaya just now

Welcome to TIMES Surabaya

TIMES Surabaya is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.