https://surabaya.times.co.id/
Berita

Makna Kokoh Tugu Pahlawan yang Tak Banyak Diketahui Orang

Minggu, 30 November 2025 - 11:18
Makna di Balik Pilar Kokoh Tugu Pahlawan yang Tak Banyak Diketahui Orang Monumen Tugu Pahlawan sebagai pengingat atas pengorbanan para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan. (Foto: Della Nur Khofiah/TIMES Indonesia)

TIMES SURABAYA, SURABAYATugu Pahlawan Surabaya selama ini dikenal sebagai ikon perjuangan arek-arek Suroboyo dalam Pertempuran 10 November 1945. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa bentuk tugu setinggi 41,15 meter itu merupakan hasil seleksi desain yang cukup ketat dan menyimpan filosofi yang tidak selalu muncul dalam penjelasan umum.

Pembangunan Tugu Pahlawan dimulai pada 10 November 1951 melalui peletakan batu pertama oleh Presiden Soekarno bersama Wali Kota Surabaya saat itu, Doel Arnowo. Monumen ini kemudian diresmikan setahun berikutnya, yakni pada 10 November 1952. Secara fisik, tugu ini memiliki 10 lengkungan (canalures) dan 11 ruas yang melambangkan tanggal dan bulan peristiwa bersejarah tersebut.

Salah satu fakta menarik muncul dari penuturan seorang tour guide di Museum 10 November. Ia menjelaskan bahwa sebelum bentuk final diputuskan, terdapat dua rancangan awal yang diajukan kepada Presiden Soekarno. Desain awal tersebut memiliki ornamen makhluk hidup seperti burung Garuda, figur manusia, serta motif tumbuhan. Meski terlihat megah, desain tersebut tidak disetujui.

Tour guide, Tata, menyebut bahwa Presiden Soekarno menolak desain tersebut karena adanya unsur makhluk hidup yang dianggap tidak abadi.

“Elemen kayak hewan, manusia, tumbuhan itu kan bisa meninggal, bisa punah, jadi nggak abadi. Tugu pahlawan itu harusnya menggambarkan semangat-semangat rakyat yang tidak pernah mati,” ujarnya.

Dari penolakan itu, rancangan bentuk monumen kemudian diarahkan menjadi paku terbalik. Bentuk itu disebut menggambarkan ketegasan terhadap pihak mana pun yang datang dengan maksud merusak kedaulatan Indonesia.

“Kalau dilihat, bentuk Tugu Pahlawan itu kayak paku yang dibalik. Filosofinya, pihak mana pun yang coba menginjak Indonesia dengan tujuan buruk, tidak akan berhasil. Sama kayak menginjak paku, pastinya melukai diri sendiri,” tuturnya.

Filosofi sejalan dengan latar sejarah Surabaya pada November 1945, ketika pasukan Sekutu dan Belanda kembali datang dengan niat mengambil alih kekuasaan dan justru mendapat perlawanan besar dari rakyat Surabaya. Semangat perlawanan itulah yang kemudian diwujudkan dalam bentuk Tugu Pahlawan

Di kawasan monumen ini, berdiri Museum 10 November yang diresmikan pada 19 Februari 2000. Museum tersebut menampilkan diorama, arsip suara, foto, serta dokumen sejarah lain yang mengisahkan jalannya pertempuran. Kehadiran museum melengkapi fungsi edukatif Tugu Pahlawan sebagai tempat memorial perjuangan.

Hingga kini, Tugu Pahlawan tetap menjadi salah satu monumen paling penting di Indonesia. Selain menjadi pusat peringatan, monumen ini juga menjadi ruang pembelajaran sejarah bagi pengunjung dari berbagai daerah. Fakta mengenai proses seleksi desainnya menambah sudut pandang baru tentang makna yang terkandung di balik bangunan yang berdiri tegak di jantung Kota Surabaya tersebut. (*)

 

Penulis: Della Nur Khofiah (Mg)

Pewarta : Siti Nur Faizah
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Surabaya just now

Welcome to TIMES Surabaya

TIMES Surabaya is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.