Mentan RI Tegaskan Komitmen Pemerintah Bangun Ekosistem Pangan Sehat
TIMES Surabaya/Menteri Pertanian RI (Mentan RI) Andi Amran Sulaiman (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)

Mentan RI Tegaskan Komitmen Pemerintah Bangun Ekosistem Pangan Sehat

menegaskan bahwa pemerintah terus berkomitmen membangun ekosistem pangan sehat dengan perbaikan menyeluruh dari hulu hingga

TIMES Surabaya,Kamis 4 September 2025, 13:56 WIB
471.2K
A
Antara

JAKARTAMenteri Pertanian RI (Mentan RI) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah terus berkomitmen membangun ekosistem pangan sehat dengan perbaikan menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Menurut Mentan RI, langkah itu dilakukan untuk memastikan ketahanan pangan nasional semakin kuat dan berkelanjutan.

"Kalau masih ada yang perlu disempurnakan, kita sempurnakan, khususnya kita ingin ekosistem pangan menjadi sehat," kata Mentan di Jakarta, Kamis (4/9/2025) seperti dikutip Antara.

Menurutnya, berbagai aspek produksi sudah dibenahi, mulai dari penyediaan pupuk bersubsidi, benih, alat mesin pertanian, hingga perbaikan irigasi yang ditargetkan tuntas secara bertahap pada tahun depan.

"Sekarang, hulu sudah beres pupuknya. Dulu kan ribut tuh seluruh Indonesia (soal distribusi pupuk). Kemudian benih, alat mesin pertanian, irigasi. Sementara kita selesaikan secara bertahap. Mungkin tahun depan selesai," ujar Mentan.

Ia menyebutkan program cetak sawah, peningkatan produksi gabah, serta distribusi yang lebih terintegrasi menjadi bagian penting dari pembangunan ekosistem pangan berkelanjutan.

Mentan menegaskan, perbaikan di sektor hulu sudah menunjukkan hasil positif, terlihat dari meningkatnya produksi beras dan terjaminnya ketersediaan pasokan untuk kebutuhan nasional.

Ia menyebutkan stok beras nasional pada September 2025 mencapai sekitar 4 juta ton, jauh lebih tinggi dibanding periode sama tahun sebelumnya yang hanya berkisar 1 hingga 2 juta ton.

Capaian itu menjadi bukti nyata keberhasilan kebijakan pangan nasional, sehingga masyarakat harus bangga terhadap gagasan besar Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga kedaulatan pangan dan mengurangi ketergantungan impor beras secara berkelanjutan.

"Yang terpenting, yang menarik adalah, sampai September sekarang, tidak ada impor (beras), benar? Tahun lalu, (impor) 3-4 juta ton. Itu yang terpenting. Kita harus bangga atas gagasan besar Bapak Presiden (Prabowo Subianto), itu paling penting," tegas Mentan.

Mentan  menambahkan saat ini fokus pemerintah diarahkan pada perbaikan di sektor hilir, termasuk distribusi pangan yang lebih efisien, adil, serta memberikan dampak nyata terhadap stabilitas harga pangan.

Dengan pembenahan menyeluruh dari hulu ke hilir, ia optimistis ekosistem pangan nasional semakin sehat, produksi terus meningkat dan ketahanan pangan Indonesia makin kokoh menghadapi tantangan global.

"Nah, sekarang ini di hilir. Di hilir harus kita kerjakan bersama," kata Mentan RI Andi Amran Sulaiman. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Antara
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Surabaya, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.