Rektor Unesa Serukan Aparat dan Masyarakat Menahan Diri
TIMES Surabaya/Rektor Universitas Negeri Surabaya Prof Nurhasan, dan Presiden BEM Unesa Muhammad La Rayba Fie bersama jajaran sivitas akademika lain menyalakan lilin saat doa bersama di Kampus Unesa, Rabu (3/9/2025) malam. (Foto: Humas Unesa for TIMES Indonesia)

Rektor Unesa Serukan Aparat dan Masyarakat Menahan Diri

Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Prof. Nurhasan, menyerukan agar seluruh elemen bangsa, termasuk aparat keamanan, menahan diri dalam menghadapi dinamika sosial dan politik yang terjadi belakangan ini.

TIMES Surabaya,Kamis 4 September 2025, 09:54 WIB
13.8K
S
Siti Nur Faizah

SURABAYARektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Prof. Nurhasan, menyerukan agar seluruh elemen bangsa, termasuk aparat keamanan, menahan diri dalam menghadapi dinamika sosial dan politik yang terjadi belakangan ini. Menurutnya, tindakan represif hanya akan memperburuk keadaan, terutama bagi kelompok rentan.

“Harapannya, seruan ini menjadikan suasana sejuk, damai, dan kondusif. Semuanya harus menahan diri agar kejadian sebelumnya di negara kita tidak terulang lagi,” ujar Nurhasan, Rabu (3/9/2025).

Seruan moral tersebut disampaikan Nurhasan di hadapan sivitas akademika Unesa saat doa bersama untuk keselamatan negeri yang digelar di lapangan Rektorat Unesa Lidah Wetan, Rabu (3/9/2025). Acara berlangsung khidmat pada dengan diikuti jajaran birokrasi, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa. Keamanan kampus dan tim medis turut dikerahkan demi kelancaran kegiatan.

Doa-doa dipanjatkan dalam suasana hening, ditemani cahaya ribuan lilin sebagai simbol harapan dan semangat persatuan. Lagu “Ibu Pertiwi” menggema dari para peserta, menambah suasana khusyuk untuk mendoakan kedamaian Indonesia.

Nurhasan menegaskan, negara harus hadir dengan kebijakan yang berpihak pada rakyat. Ia mengingatkan, mimpi besar Indonesia menjadi bangsa maju pada 2045 hanya bisa dicapai jika keadilan dan keamanan benar-benar dirasakan masyarakat.

“Apabila ada mahasiswa atau warga negara yang dijamin undang-undang untuk menyuarakan pikirannya, itu seharusnya diterima dengan baik. Harapannya ada evaluasi terukur agar bangsa kita menjadi damai, adil, dan sejahtera, sesuai harapan Bapak Presiden,” katanya.

Sebelumnya, lima mahasiswa Unesa sempat diamankan saat mengikuti aksi unjuk rasa, namun mereka telah dibebaskan.

Sementara itu, Presiden BEM Unesa 2025, Muhammad La Rayba Fie, menegaskan bahwa mahasiswa Unesa tetap berkomitmen menyampaikan aspirasi dengan damai.

“Pada saat itu salah satu tuntutan kami adalah membebaskan kawan kami yang ditahan, dan malam itu juga dibebaskan. Kami memastikan aksi mahasiswa berjalan kondusif. Dibuktikan dengan aksi kami di depan Mapolda Jatim yang berlangsung tertib,” jelasnya.

La Rayba menambahkan, unjuk rasa mahasiswa murni merupakan bentuk penyampaian aspirasi atas keresahan sosial yang mereka rasakan. “Kami dari mahasiswa Unesa, ketika berdemo, murni menyuarakan aspirasi dan kegelisahan nurani kami terhadap keadaan sosial masyarakat,” ujarnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Siti Nur Faizah
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Surabaya, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.