https://surabaya.times.co.id/
Berita

Gubernur Khofifah Proyeksikan Produksi Jagung di Jatim 5,4 Juta Ton Sepanjang 2026

Jumat, 09 Januari 2026 - 18:03
Gubernur Khofifah Proyeksikan Produksi Jagung di Jatim 5,4 Juta Ton Sepanjang 2026 Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto saat panen raya jagung di Desa Kedensari, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (8/1/2025). (Foto: Dok.Humas Pemprov Jatim)

TIMES SURABAYA, SURABAYA – Jagung masih menjadi komoditas pertanian unggulan di Jawa Timur (Jatim). Gubernur Khofifah Indar Parawansa memproyeksikan panen mencapai 5,4 juta ton sepanjang tahun ini.

Target itu disinyalir sejalan dengan program swasembada pangan yang digagas oleh Pemerintah Pusat.

Merujuk angka sementara BPS 2025 yang disiarkan pada 5 Januari 2026, luas panen jagung di Jawa Timur mencapai 755.417 hektar dengan provitas 6,07 ton/hektar dan produksi Jagung Pipilan Kering (JPK) pada kadar air 28% sebanyak 6.203.461 ton.

Sementara, produksi Jagung Pipilan Kering (JPK) pada kadar air 14% mencapai 4.585.921 ton. Rata-rata harga jagung tingkat produsen berada di angka 5.985 kilogram menurut Laporan Pelayanan Informasi Pasar. Sedangkan realisasi tanam jagung Jawa Timur pada 2025 mencapai 990.011 hektar.

"Maka, Jawa Timur merupakan salah satu lumbung jagung terbesar di Indonesia karena kontribusi produksi kita sangat signifikan terhadap kebutuhan nasional. Insyaallah, ke depan, kita tetap akan jadi penguat bagi swasembada pangan," jelas Gubernur Khofifah, Jumat (9/1/2025).

Gubernur Khofifah menegaskan, Jawa Timur tidak hanya fokus pada penanaman, tapi juga memastikan hasilnya memberikan nilai tambah dan kesejahteraan bagi petani.

"Konsen utama kita selalu petani. Apapun yang kita lakukan, itu pasti memikirkan petani. Maka dari itu, alhamdulillah menurut BPS, NTP (Nilai Tukar Petani) Jawa Timur pada bulan Desember 2025 lalu mencapai 118,96. NTP ini naik sebesar 3,95 persen, yang menjadikan kenaikan kita merupakan kenaikan tertinggi di Pulau Jawa," terangnya.

Hal ini, tutur Gubernur Khofifah, tentu menunjukkan posisi yang sangat kuat dan kesejahteraan petani di Jawa Timur. Ini juga menjadi indikator positif pendapatan petani yang terus meningkat dan semakin membaik.

Lebih jauh, mantan Menteri Sosial RI itu memaparkan, bahwa produksi jagung dengan kadar air 14% diproyeksikan mencapai 5.445.158 ton dan 89.820 ton untuk kebutuhan konsumsi jagung pada 2026.
 
Proyeksi kebutuhan pakan ternak pada 2026 diprediksi 4.152.060 ton dan potensi surplus jagung 2026 diprediksi mencapai 1.203.818 ton.

"Jagung ini komoditas strategis karena jagung bukan hanya bahan pangan, tetapi juga pakan yang menopang sektor peternakan dan agribisnis lainnya," ucap Khofifah.

"Sehingga, kalau kita bisa bertahan dalam swasembada pangan dengan jagung ini, insya Allah kualitas ternak kita juga ikut meningkat," sambungnya.

Panen Jagung Bersama Polda Jatim 

Sementara itu, Gubernur Khofifah juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polda Jatim yang sudah turut menguatkan produksi jagung di Jawa Timur. 

Kolaborasi swasembada pangan ini menunjukkan hasil memuaskan melalui agenda panen raya di Tanggulangin Sidoarjo yang turut disaksikan secara daring oleh Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Kamis (8/1/2026) kemarin.

Gubernur Khofifah bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto melakukan panen jagung di lahan seluas 3.000 meter persegi dari total hamparan 1 hektar.

Dari luasan tersebut, panen diproyeksikan menghasilkan sekitar 3 ton jagung, sebagai bagian dari Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV  tahun 2025 yang menjadi penguat ketahanan pangan daerah.

"Alhamdulillah, Indonesia oleh Pak Presiden Prabowo telah dinyatakan swasembada pangan. Kita sudah swasembada beras, hari ini panen jagung, dan target swa sembada jagung bisa dicapai tahun 2026," kata Gubernur Khofifah.

Pihaknya menyebut panen raya jagung ini sebagai bukti nyata konsistensi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan regional. Ia memastikan. Jawa Timur serius mendukung visi nasional melalui produksi komoditas strategis.

“Luas baku sawah di Jawa Timur mencapai 1.207.997 hektar. Angka ini terdiri dari lahan irigasi seluas 719.598 hektar atau sekitar 59,57% dan lahan non irigasi/tadah hujan seluas 488.379 hektar atau 40,43%,” terangnya. (*)

Pewarta : Lely Yuana
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Surabaya just now

Welcome to TIMES Surabaya

TIMES Surabaya is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.