Libur Lebaran 2026, Sleman Siapkan Destinasi Favorit Mulai Dari Wisata, Kuliner, hingga Peluang Bisnis
Sleman siap sambut mudik dan libur Lebaran 2026 dengan kesiapan sektor wisata, UMKM, dan akomodasi, serta diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.
TIMESINDONESIA – Menyambut arus mudik dan libur Lebaran 2026, Kabupaten Sleman menunjukkan kesiapan penuh untuk menerima lonjakan pemudik, wisatawan, hingga pelaku usaha. Sinergi antara pemerintah, pelaku ekonomi, dan masyarakat menjadi kunci untuk menjadikan momen Lebaran sebagai penggerak ekonomi daerah.
Ketua Kadin Sleman, Yudi Prihantana, menegaskan bahwa Sleman terbuka luas bagi siapa saja yang ingin pulang kampung, berlibur, maupun menjajaki peluang usaha.
“Sleman siap menyambut keluarga yang mudik, wisatawan, hingga investor. Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pelaku UMKM agar seluruh layanan ekonomi berjalan optimal,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).
Berbagai sektor telah dipersiapkan secara matang, mulai dari pasar tradisional, sentra kuliner, transportasi, hingga destinasi wisata unggulan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pengalaman mudik yang nyaman, aman, dan berkesan bagi para pengunjung.
Menurut Yudi, momentum Lebaran bukan sekadar pergerakan masyarakat, tetapi juga peluang emas untuk menggerakkan roda ekonomi lokal.
“Kami telah memetakan potensi UMKM dan titik wisata strategis. Harapannya, arus mudik bisa memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi warga,” tambahnya.
Imbauan Jaga Kualitas dan Harga Wajar

Ketua Kadin Sleman, Yudi Prihantana. (FOTO: Dok. Kadin Sleman)
Kadin Sleman turut mengingatkan seluruh pelaku usaha agar menjaga kualitas produk, menetapkan harga secara wajar, serta mengedepankan pelayanan yang ramah kepada pengunjung.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga citra Sleman sebagai daerah tujuan wisata yang nyaman dan terpercaya, terutama di tengah meningkatnya kunjungan selama libur Lebaran.
Kabupaten Sleman dikenal memiliki kekayaan destinasi wisata yang lengkap. Mulai dari wisata alam seperti Gunung Merapi dan kawasan Kaliurang, hingga wisata budaya kelas dunia seperti Candi Prambanan.
Tak hanya itu, wisata kuliner khas juga menjadi magnet tersendiri. Beragam sajian seperti jadah tempe, kopi klotok, hingga olahan salak menjadi incaran para wisatawan. Pengunjung yang berada di kawasan Kaliurang juga disarankan mampir ke pusat oleh-oleh seperti Jogkem untuk membawa pulang khasanah lokal.
“Kami mengajak wisatawan tidak sekadar singgah, tetapi benar-benar mengeksplorasi keindahan alam, budaya, dan kuliner Sleman sekaligus mendukung produk UMKM,” kata Yudi.
Tak hanya sektor wisata, Sleman juga membuka peluang besar bagi para pelaku usaha. Pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terus meningkat menjadikan wilayah ini prospektif untuk investasi.
“Kami mengundang pelaku usaha untuk bermitra dengan UMKM lokal. Kolaborasi adalah kunci dalam membangun ekosistem ekonomi yang kuat,” tegas Yudi.
PHRI Sleman Optimistis Hunian Hotel Meningkat
Optimisme serupa disampaikan Ketua BPC PHRI Sleman, Andhu Pakerti. Ia memprediksi tingkat hunian hotel akan meningkat signifikan selama libur Lebaran 2026.
“Sleman menjadi destinasi favorit karena menawarkan paket lengkap yaitu alam, budaya, kuliner, dan fasilitas akomodasi yang memadai,” ungkap Andhu.
Para pelaku industri perhotelan dan restoran pun telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari peningkatan kualitas layanan hingga penyediaan paket wisata keluarga.
“Kami ingin wisatawan mendapatkan pengalaman terbaik sehingga tertarik untuk kembali ke Sleman,” tambah Andhu yang juga menjabat sebagai wakil ketua Kadin Sleman ini.
Imbauan Hindari Penipuan Akomodasi
Untuk mengantisipasi potensi penipuan, wisatawan diimbau memesan akomodasi melalui kanal resmi, baik melalui platform pemesanan terpercaya maupun kontak langsung hotel.
“Lebih aman memesan melalui kanal resmi atau website anggota PHRI Sleman agar terhindar dari penipuan,” tegas Andhu.
Kolaborasi Dorong Ekonomi Kerakyatan
Seluruh upaya ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Kadin Sleman berharap arus mudik Lebaran 2026 tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas dan berkelanjutan.
“Kami ingin pemudik datang dengan rasa aman dan nyaman, lalu pulang membawa kenangan indah dari Sleman,” terang Yudi.
Dengan kesiapan yang matang dan potensi yang melimpah, Sleman optimistis menjadi salah satu destinasi unggulan selama Lebaran 2026, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata dan UMKM. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

