TIMES SURABAYA, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggebrak awal 2026 dengan rangkaian operasi tangkap tangan (OTT). Dalam satu hari, Senin (19/1/2026), KPK melakukan dua OTT sekaligus di Madiun dan Pati, yang menambah daftar menjadi tiga OTT sepanjang Januari 2026.
OTT di Pati, Jawa Tengah, menyeret Bupati Pati Sudewo (SDW). KPK membenarkan Sudewo termasuk pihak yang diamankan dalam operasi tersebut. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan penangkapan dilakukan dalam rangka OTT ketiga pada tahun ini.
Saat ini, Sudewo tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik KPK di Polres Kudus, Jawa Tengah. KPK menegaskan lokasi pemeriksaan berada di Kudus, bukan di Kabupaten Pati. Sesuai ketentuan KUHAP, KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum Sudewo dan pihak-pihak lain yang turut diamankan.
Pada hari yang sama, KPK juga menggelar OTT di Kota Madiun, Jawa Timur. Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan Wali Kota Madiun Maidi bersama 14 orang lainnya. OTT di Madiun diduga berkaitan dengan praktik korupsi dalam proyek serta pengelolaan dana tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR).
Sebelumnya, KPK telah lebih dulu melakukan OTT pertama pada 9–10 Januari 2026. Dalam operasi awal tahun itu, delapan orang diamankan. KPK kemudian mengungkap OTT tersebut berkaitan dengan dugaan suap dalam proses pemeriksaan pajak di Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, untuk periode 2021–2026.
Dengan dua OTT yang terjadi dalam satu hari di Madiun dan Pati, total KPK telah melakukan tiga operasi tangkap tangan hanya dalam kurun Januari 2026, menandai intensitas penegakan hukum yang langsung tinggi sejak awal tahun. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Sehari Dua OTT di Madiun dan Pati, KPK Catat Tiga Operasi Tangkap Tangan Awal 2026
| Pewarta | : Hendarmono Al Sidarto |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |