TIMES SURABAYA – Pemberdayaan sosial tidak lepas dari urusan pemerintah saja, pengembangan sumber daya masyarakat dalam kondisi keterbatasan fisik juga perlu diperhatikan.
Seperti terlihat pada kesempatan ini, Hotel Midtwon berserta jajarannya melakukan kegiatan sosial dengan anak-anak disabilitas di Rumah Anak Prestasi, Jalan Nginden Semolo, Kota Surabaya, Rabu (26/2/2025).
Kunjungan Rumah Anak Prestasi Dinas Sosial Surabaya Jalan Nginden Semolo nomor 23 itu merupakan bagian dari rasa peduli terhadap perkembangan anak-anak disabilitas.
Tidak hanya berkunjung, namun juga mengajak anak-anak berkreasi mengolah kain linen bekas dan sprei hotel yang sudah tidak terpakai.
Kegiatan yang sangat menghibur ini tentunya disambut gembira orang tua maupun anak-anak tunagrahita.
Ibunda Rangga, salah satu penyandang disabilitas sangat senang dengan kunjungan Hotel Midtown berserta jajaran. Sebab, putranya kini mengetahui penggunaan kain bekas yang bisa dijadikan batik.
“Kegembiraan serta harapan pada jajaran Midtown Hotels Indonesia karena telah membuat suatu aktivasi kegiatan kepada adik-adik disabilitas untuk menghibur dan memberikan dukungan. Terlebih secara emosional melalui kegiatan DIY (doit your self atau kreasi mandiri, red) melalui pengolahan kain linen bekas atau sprei hotel yang sudah tidak terpakai yang kemudian dihias atau dicelupkan ke dalam wadah pewarna dengan menggunakan teknik shibori,” tutur Ibunda Rangga yang mendampingi anaknya.
Membuat batik dari bahan sprei bekas dilakukan secara bersama, baik penyandang disabilitas maupun jajaran karyawan larut dalam pembuatan batik. Dari intruksi Pak Leo selaku mentor dalam pengerjaan shibori dari kain sprei bekas yang sudah dipotong-potong seukuran 1 x 1 meter.
“Bersama seluruh perwakilan karyawan yang berasal dari Midtown Hotel Surabaya, Midtown Residence Surabaya, Crown Prince Hotel Surabaya dan Verwood Hotel & Serviced Residence Surabaya dengan seksama mengikuti pembuatan batik ini,” ujar Donny Manuarva, selaku Corporate General Manager of Midtown Hotels Indonesia.
Potongan kain tersebut dilipat dan diikat dengan karet gelang dan tali rafia, menggunakan teknik ikat celup dan jumputan untuk mendapatkan motif yang beragam.
Dengan cara mencelupkan pada wadah yang sudah berisi cairan warna. Lalu dikombinasikan untuk mendapatkan semburan warna yang indah.
Dalam kesempatan tersebut, Donny Manuarva menyampaikan kegiatan serupa memiliki esensi yang baik dan mungkin akan menjadi tidak baik jika kita tidak merawat serta mempertahankannya.
“Kegiatan sosial bersama rekan-rekan disabilitas dan pemberdayaan sosial berhenti untuk berinovasi, berhenti mendukung, berhenti untuk memberikan jawaban dari ragam kerisauan seperti halnya ibunda Rangga yang ingin untuk mengembangkan sang putra terhebatnya untuk mendapatkan kesempatan yang sama dengan rekan-rekan sebayanya di luar sana,” ujar Donny.
Kegiatan sosial ini juga dihadiri juga oleh Ibu Eva selaku kepala UPTD dan Imam Mahmudi selaku kepala bidang, dari perwakilan pemerintah ini juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan kegiatan kolaborasi. Kegiatan tersebut dinilai membangun untuk adik-adik disabilitas.
“Saya belajar untuk membuka diri, mencoba komunikasi dengan tidak seperti biasanya, dan nyatanya saya bisa, seperti tadi ngobrol sama Wanda dengan disabilitas Tuli dan Evi dengan disabilitas tuna grahita. Sekarang saya jadi tidak takut lagi buat buka obrolan duluan ke adik-adik atau teman-teman disabilitas lainnya," demikian sebuah kesan mendalam yang disampaikan oleh Theo, Public Relations Crown Prince Hotel Surabaya di akhir kegiatan.
Sementara itu, Midtown Hotels Indonesia menumbuhkan ekosistem suportif antara perusahaan dan masyarakat sekitar melalui program Midtown CONNECT. Program ini sekaligus memberikan edukasi untuk bijaksana dalam menangani barang bekas dan bisa diolah kembali melalui program M-GREEN.(*)
Pewarta | : Lely Yuana |
Editor | : Wahyu Nurdiyanto |