https://surabaya.times.co.id/
Gaya Hidup

Comeback Revalina S. Temat di Film ‘Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?’

Sabtu, 31 Januari 2026 - 00:29
Tangisan Penonton Film 'Tuhan Benarkah Kau Mendengarku?' Meet and greet cast film Tuhan Benarkah Kau Mendengarku? di Ciputra World Mall Surabaya, Jumat (30/1/2026). (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMES SURABAYA, SURABAYATuhan Benarkah Kau Mendengar Ku? Sebuah film layar lebar terbaru garapan sutradara Jay Sukmo bergenre religi telah tayang serentak di seluruh bioskop Tanah Air mulai 29 Januari 2026.

Alur ceritanya yang kompleks menjadi daya tarik tersendiri di tengah isu tingginya tingkat perceraian, kesehatan mental, dan fatherless di Indonesia.

Dibintangi oleh Revalina S. Temat, Megan Domani, Gunawan Sudrajat, dan Annisa Kaila, film "Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?" menyuguhkan drama keluarga yang dekat dengan realitas tanpa menggurui penonton. Bahkan, berpotensi meninggalkan kesan mendalam.

Ceritanya tidak hanya berbicara tentang luka dan pengkhianatan, tetapi juga tentang keteguhan hati, pilihan hidup yang berat, serta proses memaafkan yang tidak selalu mudah.

Revalina yang memerankan tokoh Sarah, menggambarkan film ini sebagai bentuk keikhlasan. Sepatah kalimat singkat, tapi sulit untuk mencapainya.

Rumah tangganya harmonis, tetapi semua berubah secara cepat ketika kejutan datang di tengah kebahagiaan yang ia rasakan. Suaminya, Satrio meminta izin menikah lagi dengan gadis belia. Sebuah pukulan berat bagi seorang istri. Mau tak mau harus ia terima bahwa hati suaminya telah terbagi.

"Kalau cuma diucapkan gampang, tetapi kenyataannya nggak begitu. Kadang masih diungkit-ungkit, keikhlasan yang benar adalah diam tidak diomongin. Memang itu nggak gampang, butuh waktu," ucap Revalina saat Meet and Greet di XXI Ciputra World Surabaya, Jumat (30/1/2026).

Meet-and-greet-cast-film-Tuhan-Benarkah-Kau-Mendengarkan.jpg

Sepanjang proses syuting, Revalina bahkan mengaku harus banyak belajar tentang kesabaran dari sosok Sarah yang ia perankan.

"Karena aku orangnya tegas ya," ucap Reva.

Salah satu penonton, Dias, malah mengaku setiap scene sangat membekas karena ceritanya relate dari berbagai arah.

"Tapi bedanya, ayah saya nggak meninggal. Saya juga mengalami hal yang sama persis dengan Kak Laila, setelah bingung mau ke mana nggak ada tempat pulang, tapi alhamdulilah nggak sampai dugem. Tetapi, nggak apa-apa itu semua bisa terlewati," kata Dias seraya berkaca-kaca.

Revalina pun langsung memberikan semangat bagi Dias serta menguatkan agar tetap teguh dalam keikhlasan.

"Ujian pasti ada, bagaimana cara kita menyikapinya. Keluarga harmonis sebenarnya nggak ada, nggak ada keluarga yang sempurna, tetapi yang ada kita harus bersyukur. Allah cinta sama Kak Dias, tetap kuat, semangat terus, jangan pernah berhenti berdoa. Karena Allah pasti mendengar doa-doa kita," ucapnya.

Megan Domani yang berperan sebagai Laila juga menyampaikan empati senada. Bahwa Allah tidak akan memberikan ujian kepada hambanya, jika hambanya tidak bisa melewati cobaan itu. Terkadang ujian datang untuk membentuk manusia menjadi pribadi yang lebih baik.

"Meskipun kita dari keluarga broken home, outputnya belum tentu buruk, kadang kita menjadi lebih strong," katanya.

Sementara aktor senior Gunawan yang memerankan Satrio, istri Sarah, berharap film ini menjadi cermin bagi para pasangan suami istri agar tetap mempertahankan kebahagiaan keluarganya.

"Ini bukan cuma hiburan, tetapi juga menjadi tuntunan bagi ibu-ibu dan bapak-bapak," kata Gunawan.

Satrio, dikatakan Gunawan, adalah gambaran ego, tidak memikirkan perasaan anak dan istri. Dalam perjalanan waktu, ia bertemu seorang gadis broken home dan mencoba membantunya keluar dari masalah.

Sementara Laila, anaknya, adalah sosok emosional, dunianya hancur tanpa ia harapkan ketika sang ayah terpikat pada wanita lain. Kemudian, Laila melampiaskan semua masalah dalam circle pergaulan negatif dunia malam.

Sedangkan bagi Annisa, yang merupakan orang ketiga dalam hubungan Sarah dan Satrio, mengungkapkan bahwa film ini menggambarkan ujian masing-masing tokoh. 

Sinema produksi Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment memang dimulai dari perjalanan hidup Sarah, seorang perempuan yang pada awalnya tampak memiliki keluarga yang utuh dan bahagia bersama sang suami, Satrio, serta putri mereka, Laila.

Keharmonisan itu perlahan runtuh ketika Satrio menyampaikan niatnya untuk menikah lagi dengan Annisa, perempuan muda yang bekerja sebagai resepsionis di kantornya.

Keputusan Sarah menolak poligami membuatnya memilih jalan berpisah. Namun, langkah tersebut justru menyeretnya ke dalam situasi yang tidak mudah.

Ia harus berhadapan dengan luka batin, tekanan dari lingkungan sekitar, serta hubungan yang semakin berjarak dengan Laila.

Di tengah keterpurukan, Sarah berusaha menata ulang hidupnya. Dengan sokongan dari para sahabat, ia mulai merintis usaha kecil di bidang fesyen dengan merancang scarf.

Perjalanan ini menjadi simbol proses pemulihan dirinya, di mana ketekunan, doa, dan keikhlasan perlahan membantunya bangkit.

Cobaan kembali datang ketika Satrio jatuh sakit dalam kondisi serius. Keadaan tersebut memaksa Sarah kembali berhadapan dengan masa lalunya, membuka pintu rumah bagi Satrio dan Annisa.

Situasi ini memunculkan konflik emosional yang kompleks, mulai dari rasa cemburu hingga luka lama yang belum sepenuhnya sembuh, sekaligus menguji kembali ikatan Sarah dengan putrinya, Laila.

Menariknya, nuansa emosional film ini semakin diperkuat melalui lagu “Teramini” yang dinyanyikan oleh Ghea Indrawari.

Lagu yang dirilis pada 2024 tersebut memiliki penggalan lirik “Tuhan, benarkah Kau mendengarku?” yang selaras dengan judul film, sekaligus memperdalam pesan reflektif yang ingin disampaikan.

Ada satu adegan yang sangat berkesan bagi Revalina ketika harus berenang menggunakan mukena dalam kondisi batin remuk redam. Ia mengaku kesulitan. 

"Aku udah mencoba berkali-kali, mukena itu kan berat ya dan nggak bisa tenggelam. Akhirnya aku ngalungin besi yang buat kamera, akhirnya bisa," ucap Revalina.(*)

Pewarta : Lely Yuana
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Surabaya just now

Welcome to TIMES Surabaya

TIMES Surabaya is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.