TIMES SURABAYA, SURABAYA – Komisi E DPRD Jawa Timur memberikan apresiasi terhadap inovasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan (SIKAP). Program ini mencatatkan prestasi dengan memecahkan dua penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sekaligus, berkat keterlibatan massa terbesar dalam aksi ketahanan pangan berbasis sekolah.
Pencapaian tersebut diraih melalui keberhasilan memobilisasi 754 sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB, serta menggerakkan secara serentak 110.481 guru dan siswa di seluruh Jawa Timur. Aksi kolektif ini diwujudkan melalui penanaman tanaman produktif dan penebaran benih ikan di lingkungan sekolah masing-masing.
Program SIKAP dinilai sebagai terobosan strategis di tengah ancaman krisis pangan global dan perubahan iklim yang semakin tidak menentu. Inisiatif ini juga dipandang relevan dalam memperkuat ketahanan pangan sejak tingkat pendidikan dasar dan menengah.
Anggota Komisi E DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas, menyatakan bahwa isu ketahanan pangan telah menjadi persoalan krusial yang membutuhkan penanganan lintas sektor, termasuk dunia pendidikan.
“Ada fenomena perubahan cuaca yang sangat ekstrem dan tidak menentu. Hal ini sangat berpengaruh pada periodikal masa tanaman pangan di Indonesia, yang ujung-ujungnya berdampak pada ketahanan pangan kita,” ujar Puguh usai rapat paripurna di Gedung DPRD Jatim, Kamis (29/1/2026).
Selain faktor alam, Puguh juga menyoroti dinamika geopolitik global yang semakin memanas. Konflik yang melibatkan sejumlah negara besar, menurutnya, turut memberi tekanan tidak langsung terhadap stabilitas dan ketersediaan pangan nasional.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya lokal dalam mendukung kebijakan nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis yang diproyeksikan akan menyerap kebutuhan pangan dalam jumlah besar.
“Program SIKAP ini patut diapresiasi karena menjadikan anak-anak sekolah tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga diberi ruang untuk memiliki life skill dalam bercocok tanam yang berdampak langsung pada ketahanan pangan,” tambahnya.
Puguh turut memuji konsep optimalisasi aset sekolah yang diusung dalam program tersebut. Melalui SIKAP, sekolah-sekolah di Jawa Timur didorong memanfaatkan seluruh lahan yang tersedia agar menjadi area produktif dan menerapkan prinsip zero waste.
“Harapan kami, inovasi ini bisa diimplementasikan ke seluruh sekolah di Jawa Timur. Dengan begitu, institusi pendidikan benar-benar memberi sumbangsih nyata terhadap penguatan ketahanan pangan,” ucapnya. (*)
| Pewarta | : Zisti Shinta Maharani |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |