https://surabaya.times.co.id/
Berita

Gubernur Khofifah Beberkan Capaian Kinerja Pemprov Jatim

Senin, 02 Februari 2026 - 20:49
Rakornas Bersama Presiden, Gubernur Khofifah Beberkan Capaian Kinerja Pemprov Jatim Gubernur Khofifah bersama Wagub Emil saat bertemu Presiden Prabowo dalam Rakornas di Sentul Internasional Convention Center di Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). (Foto: Dok.Humas Pemprov Jatim)

TIMES SURABAYA, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, dan Forkopimda Jatim menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Sentul Internasional Convention Center di Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). 

Adapun Forkopimda yang hadir antara lain Ketua DPRD Jatim, Pangdam V/Brawijaya, Kapolda Jatim, Dan Kodaeral V , Kajati Jatim, Kabinda Jatim serta Forkopimda Kabupaten/ Kota se Jatim.

Melalui Rakornas yang mengangkat tema "Sinergi Pusat dan Daerah Dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045", Gubernur Khofifah menegaskan, Jawa Timur siap bersinergi menjalankan dan mewujudkan berbagai program prioritas nasional.

Gubernur-Khofifah-bersama-Wagub-Emil-B.jpg

Gubernur Khofifah menegaskan, selama ini berbagai program nasional yang telah digagas Presiden Prabowo telah terimplementasikan dengan baik di Jatim. 

Bersama seluruh kepala daerah se-Indonesia yang hadir, Gubernur Khofifah menyebut bahwa Jatim telah berhasil mewujudkan swasembada pangan, bahkan posisi Jatim saat ini telah menuju kedaulatan pangan. 

Selain pangan, Jatim juga berhasil menjadi provinsi terbanyak dan tercepat menuntaskan 100 persen kelembagaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). 

Sebanyak 8.494 Koperasi Desa Kawasan Mandiri Pangan (KDKMP) telah berbadan hukum. Dari jumlah itu, sebanyak 8.420 adalah koperasi baru, sisanya 74 merupakan pengembangan dari koperasi yang sudah ada. 

Secara nasional, Jawa Timur menempati peringkat tertinggi nasional sebagai provinsi dengan jumlah desa mandiri terbanyak di Indonesia, yakni sebanyak 4.716 desa.

Jumlah ini jika merujuk angka secara nasional sebanyak 23 persen Desa Mandiri berada di Jawa Timur. 

"Kami percaya, bahwa pembangunan desa harus menyentuh aspek yang paling mendasar dan berkelanjutan. Mulai dari peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, hingga pelayanan kesehatan dan kelestarian lingkungan, semua menjadi prioritas kami dalam mewujudkan desa yang mandiri dan sejahtera,” ujarnya.

Di sektor pendidikan, Gubernur Khofifah mengatakan bahwa Jatim terus mendukung program prioritas Presiden Prabowo dalam peningkatan kualitas SDM mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045. 

Sampai saat ini di Jatim telah beroperasi 26 Sekolah Rakyat (SR) dan menjadi jumlah terbanyak nasional.

Menurutnya, program Sekolah Rakyat menjadi langkah strategis dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. 

Selaras dengan cita-cita Presiden Prabowo dalam mencetak generasi terbaik bangsa, Khofifah juga telah membentuk enam sekolah Taruna. Yakni SMAN Taruna Angkasa (Madiun), SMAN Taruna Bhayangkara (Banyuwangi), SMAN Taruna Brawijaya (Kediri), SMAN Taruna Nala (Malang), SMAN Taruna Madani (Pasuruan), dan SMAN 2 Taruna Pamong Praja (Bojonegoro). 

Presiden Prabowo dalam arahannya mengajak kepada semua para pemimpin daerah, untuk bertekad menyelamatkan, menjaga, dan mengelola kekayaan alam untuk kepentingan rakyat Indonesia. 

"Saya mengajak dan menggugah, mari kita bersatu demi kepentingan rakyat Indonesia," tegasnya. 

Presiden Prabowo bertekad menjadikan Indonesia menjadi Negara Maju Modern dimana seluruh rakyat Indonesia harus memiliki kualitas hidup yang baik. 

"Saya berharap, menjadikan Indonesia sebagai negara maju modern. Dimana seluruh rakyat Indonesia mengalami kualitas hidup yang baik. Makan sehat, kesehatan dijamin, sekolah dengan baik dan masyarakat berpenghasilan cukup," tegasnya. 

Presiden mengatakan, bahwa pemerintah akan melaksanakan Strategi Transformasi Bangsa yang tercantum dalam 8 Misi Asta Cita, 17 Program Prioritas dan 8 Program Hasil Terbaik Cepat. 

Gubernur-Khofifah-bersama-Wagub-Emil-C.jpg

Strategi Transformasi Bangsa ini merupakan fondasi Indonesia Maju oleh Pemimpin Negara Indonesia Terdahulu. 

Selain itu, keberlanjutan pembangunan menghadapi tantangan strategis Bangsa Indonesia serta prinsip-prinsip Ekonomi Pancasila Berdasarkan UUD 1945. 

Presiden menjabarkan, bahwa capaian kerja bersama antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah telah mewujudkan sinergi pembangunan nasional yang berdampak nyata bagi masyarakat. Berbagai indikator strategis menunjukkan hasil positif dari kolaborasi lintas sektor.

Pada aspek ekonomi, pertumbuhan ekonomi nasional tercatat mencapai 5,04 persen pada Triwulan III 2025, disertai peningkatan ekspor sebesar 8,14 persen sepanjang kuartal I–III 2025. 

Kepercayaan investor juga terus menguat dengan terciptanya lebih dari 2,7 juta lapangan kerja baru dari investasi tahun 2025. 

Selain itu, terbentuknya Danantara dengan aset kelolaan mencapai USD 1 triliun menjadi tonggak penting penguatan ekonomi nasional.

Di bidang kesejahteraan sosial, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 60 juta penerima setiap hari di 38 provinsi, sementara 70 juta rakyat telah mendapatkan akses cek kesehatan gratis. 

Penguatan ekonomi kerakyatan juga terlihat dari terbentuknya 83.227 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia.

Sampai saat ini di Jatim telah beroperasi 26 Sekolah Rakyat (SR) dan menjadi jumlah terbanyak nasional.

Sektor pendidikan menunjukkan kemajuan signifikan. Sebanyak 14.822 anak telah bersekolah di 166 Sekolah Rakyat, 16.140 sekolah SD, SMP, dan SMA telah direnovasi sepanjang 2025, serta 288.180 sekolah menerima interactive flat panel (IFP) untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi.

Sementara itu, di sektor ketahanan pangan, produksi beras nasional tahun 2025 mencapai 34,7 juta ton atau meningkat 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Cadangan beras di BULOG pun menembus 4,2 juta ton pada Juli 2025, menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.

Dalam laporannya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, bahwa Rakornas ini diharapkan dapat mempercepat tercapainya keberhasilan program prioritas Presiden untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan energi, serta ekonomi yang produktif dan inklusif.

Tahun 2026 menjadi momentum penting karena merupakan tahun kedua pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sekaligus tahun kedua implementasi RPJMN 2025–2029. 

Dalam satu tahun pertama, pemerintah telah mencatat sejumlah capaian strategis. Hal itu di antaranya keberhasilan mencapai swasembada beras lebih cepat dari target awal serta penguatan cadangan beras pemerintah yang mencapai tingkat tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. 

Tito menjelaskan, bahwa kepala daerah dan Forkopimda berperan penting dalam memastikan keberhasilan pencapaian target program prioritas Presiden. 

Mereka merupakan motor utama penggerak penyelenggaraan pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan di daerah. 

Karena itu, Rakornas menjadi sarana untuk membangun kesamaan pemahaman, memperkuat koordinasi, serta menyinergikan langkah kebijakan pusat dan daerah.

Dalam Rakornas tersebut, Kemendagri menghadirkan jajaran Kabinet Merah Putih mulai dari menteri koordinator, menteri, hingga pimpinan lembaga negara, termasuk unsur TNI dan Polri sebagai narasumber. 

Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 diikuti oleh seluruh jajaran kementerian/lembaga, gubernur, bupati/wali kota, pimpinan DPRD, serta anggota Forkopimda dari tingkat provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia. (*)

Pewarta : Lely Yuana
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Surabaya just now

Welcome to TIMES Surabaya

TIMES Surabaya is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.